Jumat, 24 Oktober 2014


PENERAPAN VIRTUAL REALITY PADA E-COMMERCE PENUNJANG PENINGKATAN EFEKTIFITAS PENJUALAN




SOFTSKILL
PENGANTAR TELEMATIKA#

Disusun oleh :


1.     Erica Candra P       (12111452)

2.     Fredy Agustinus       (12111953)

3.     Janu Eka S               (13111784)

  4.     Syifa Nurani R         (17111001)   

5.     Tanti Juanti S           (15111723)

4KA18

JURUSAN SISTEM INFORMASI
FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI

UNIVERSITAS GUNADARMA
2014/2015
1.1              Latar Belakang
            Semakin berkembangnya teknologi informasi saat ini yang semakin pesat, maka semakin banyak hal yang dipermudah. Salah satu perkembangan teknologi yang pesat saat ini, adanya evolusi virtual reality yaitu merupakan kecerdasan buatan yang dapat dikendalikan secara langsung oleh pemakai dengan visual 3 dimensi. Kecerdasan buatan ini dapat membantu dalam segala bidang, termasuk dalam bidang bisnis. Perkembangan teknologi di bidang bisnis ini adalah adanya pembelanjaan secara online. Pembelanjaan secara online dapat dilakukan hanya dengan pemakaian smartphone dan komputer yang difasilitasi internet. Pembelanjaan secara online ini akan lebih menarik dengan adanya fitur visual 3 dimensi.

            Dengan masih adanya masyarakat yang kesulitan untuk berbelanja baju dan aksesoris karena tidak mempunyai waktu banyak untuk berpergian, maka diperlukannya akses pembelanjaan yang cepat secara online. Serta adanya masyarakat yang kurang berminat untuk melakukan pembelanjaan baju secara online karena terkadang baju yang dipilih tidak sesuai setelah dipakai, maka dengan adanya evolusi virtual reality ini konsumen dapat menyesuaikan dengan mencobanya langsung dalam visual 3 dimensi sehingga membuat konsumen seolah – olah memakai baju secara nyata, hanya dengan bantuan kamera melalui media komputer atau smartphone.

Menurut Jurnal yang ditulis oleh Luciana Spica Almilia, S.E., M.Si. dan Lidia Robahi, S.E., dari STIE Perbanas Surabaya yang berjudul “Penerapan E-Commerce Sebagai Upaya Meningkatkan Persaingan Bisnis Perusahaan”. Dijelaskan bahwa :

KAJIAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN
Electronic Commerce
Electronic Commerce (e-commerce) merupakan konsep baru yang bisa digambarkan sebagai proses jual beli barang atau jasa pada World Wide Web Internet (Shim, Quershi, Siegel, Siegel, 2000 dalam buku M. Suyanto, 11, 2003) atau proses jual beli atau pertukaran produk, jasa dan informasi melalui jaringan informasi termasuk internet (Turban, Lee, King, Chung, 2000 dalam buku M. Suyanto,11,2003).

Sedangkan menurut Kalakota dan Whinston (1997) dalam buku M. Suyanto (2003)
mendefinisikan e-commerce dari beberapa perspektif berikut :

1. Perspektif Komunikasi : e-commerce merupakan pengiriman indormasi, produk/layanan, atau pembayaran melalui lini telepon, jaringan computer atau sarana eletronik lainnya.
2. Perspektif Proses Bisnis : e-commerce merupakan aplikasi teknologi menuju otomisasi transaksi dan aliran kerja perusahaan.
3. Perspektif Layanan: e-commerce merupakan salah satu alat yang memenuhi keinginan perusahaan, konsumen dan manajemen dalam memangkas service cost ketika meningkatkan mutu barang dan kecepatan pelayanan.
4. Perspektif Online: e-commerce berkaitan dengan kapasitas jual beli produk dan informasi di internet dan jasa online lainnya.

Penggolongan e-commerce yang lazim dilakukan orang ialah berdasarkan sifat
transaksinya. Menurut M. Suyanto (2003) tipe-tipe berikut segera bisa dibedakan :
1. Business to business (B2B)
2. Business to Consumer (B2C)
3. Consumer to Consumer (C2C)
4. Consumer to Business (C2B)
5. Non Business e-Commerce
6. Intrabusiness (Organizational) e-Commerce

Manfaat yang dapat diperoleh dari e-commerce bagi organisasi menurut M. Suyanto (2003) adalah :
1. Memperluas market place hingga ke pasar nasional dan international.
2. Menurunkan biaya pembuatan, pemrosesan, pendistribusian, penyimpanan dan pencarian informasi yang menggunakan kertas.
3. Memungkinkan pengurangan inventory dan overhead dengan menyederhanakan supply chain dan management tipe “pull”.
4. Mengurangi waktu antara outlay modal dan penerimaan produk dan jasa.
5. Mendukung upaya-upaya business process reengineering.
6. Memperkecil biaya telekomunikasi – internet lebih murah dibanding VAN.
7. Akses informasi lebih cepat

Selain mempunyai manfaat bagi perusahaan, menurut M. Suyanto (2003) ecommerce juga mempunyai manfaat bagi konsumen, yaitu :
1. Memungkinkan pelanggan untuk berbelanja atau melakukan transaksi lain selama 24 jam sehari sepanjang tahun dari hampir setiap lokasi dengan menggunakan fasilitas Wi-Fi.
2. Memberikan lebih banyak pilihan kepada pelanggan.
3. Pengiriman menjadi sangat cepat.
4. Pelanggan bisa menerima informasi yang relevan secara detail dalam hitungan detik, bukan lagi hari atau minggu.
5. Memberi tempat bagi para pelanggan lain di electronic community dan bertukar pikiran serta pengalaman.
6. Memudahkan persaingan yang ada pada akhirnya akan menghasilkan diskon secara substansial.

Menurut M. Suyanto (2003) selain manfaat terhadap organisasi, konsumen ecommerce juga mempunyai manfaat bagi masyarakat, antara lain :
1. Memungkinkan orang untuk bekerja di dalam rumah dan tidak harus keluar rumah untuk berbelanja. Ini berakibat menurunkan arus kepadatan lalu lintas di jalan serta mengurangi polusi udara.
2. Memungkinkan sejumlah barang dagangan dijual dengan harga lebih rendah.
3. Memungkinkan orang di negara-negara dunia ketiga dan wilayah pedesaan untuk menikmati aneka produk dan jasa yang akan susah mereka dapatkan tanpa ecommerce.

Penggunaan dan manfaat e-commerce dalam bisnis Manfaat yang dirasakan perusahaan khususnya untuk kepentingan pelanggan memperlihatkan bahwa e-commerce dapat memberikan manfaat :
1. Mendapatkan pelanggan baru. Studi yang menyebutkan bahwa manfaat penggunaan e-commerce dalam bisnis adalah mendapatkan pelanggan baru dikemukakan oleh Hamill dan Gregory, 1997 dan Swatman, 1999 serta Hoffman dan Novak, 2000. Digunakannya e-commerce memungkinkan perusahaan tersebut mendapatkan pelanggan baru baik itu yang berasal dari pasar domestik maupun pasar luar negeri.
2. Menarik konsumen untuk tetap bertahan. Studi yang dilakukan oleh Daniel & Storey, 1997 di industri perbakan menemukan bahwa dengan adanya layanan ebanking membuat nasabah tidak berpindah ke bank lain. Selain itu bank juga akan mendapatkan pelanggan baru yang berasal dari bank-bank yang bertahan dengan teknologi lama.
3. Meningkatkan mutu layanan. Dengan adanya e-commerce memungkinkan perusahaan dapat meningkatkan layanan dengan melakukan interkasi yang lebih personal sehingga dapat memberikan informasinya sesuai dengan apa yang diinginkan oleh konsumen. Studi yang menyebutkan bahwa penggunaan ecommerce dapat bermanfaat untuk meningkatkan mutu layanan ini dikemukakan oleh Gosh, 1998
4. Melayani konsumen tanpa batas waktu. Studi yang dilakukan oleh Daniel & Storey, 1997 menemukan bahwa adanya pelanggan dapat melakukan transaksi dan memanfaatkan layanan suatu perusahaan tanpa harus terikat dengan waktu tutup ataupun buka dari suatu perusahaan tersebut.

Menurut Jurnal yang ditulis oleh Ully Asfari, Bambang Setiawan, dan Nisfu Asrul Sani. dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang berjudul “Pembuatan Aplikasi Tata Ruang Tiga Dimensi Gedung Serba Guna Menggunakan Teknologi
Virtual Reality”. Dijelaskan bahwa :

Virtual Reality
Virtual Environment (VE) atau Virtual Reality (VR) merupakan ruang digital dimana seluruh gerakan pengguna dapat diketahui atau dilacak dan mengetahui gambaran sekitarnya. Hasil yang didapat disusun dan ditampilkan ke indra manusia sesuai dengan gerakan-gerakan yang dilakukan.

Augmented Reality (AR) adalah suatu teknologi yang dapat menggambarkan dan menggabungkan dunia nyata dan dunia virtual yg dibuat melalui komputer sehingga batas antara keduanya menjadi sangat tipis.Augmented Reality (AR) adalah variasi dari Virtual Environment (VE) atau yang sering disebut Virtual Reality (VR). Augmented Reality dikenalkan pada tahun 1990 oleh Thomas Caudell, seorang karyawan perusahaan Boeing pada saat itu [1]. Secara umum defini Augmented Reality yang disampaikan oleh Ronald Azuma pada tahun 1997 yaitu menggabungkan dunia nyata dan dunia virtual, berinteraksi secara real-time
dalam bentuk 3D [2].

Paul Milgram dan Fumio Kishino mengenalkan Milgram’s Reality-Virtuality pada tahun 1994 [4].Mereka mendeskripsikan bahwa terdapat celah yang menjadi pemisah antara lingkungan nyata dan lingkungan virtual.Diantara kedua lingkungan tersebut terdapat dua bagan yang menjadi jembatan yang memiliki kecenderungan yang berbeda.Dua bagan tersebut yaitu Augmented Reality dan Augmented Virtuality.Posisi kedua bagan tersebut berbeda untuk Augmented Reality cenderung lebih dekat kepada lingkungan nyata, sedangakan Augmented Virtuality cenderung lebih dekat kepada lingkungan virtual.

1.2     Tujuan

Tujuan :
-          Memudahkan konsumen untuk mencoba pakaian tanpa harus mencobanya langsung.
-          Memudahkan konsumen berbelanja online seakan-akan mendatangi langsung tempat perbelanjaan.

1.3       Gambaran Umum Sistem Sekarang
            Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, dan telah diketahui bahwa bisnis e-commerce saat ini sudah banyak sekali bermunculan, mulai dari bisnis berskala kecil hingga yang berskala besar dan mencakup dalam segala hal. Saat ini sistem e-commerce yang berjalan sama seperti bisnis yang lainnya yaitu orang-orang menjual barang dagangannya secara online, pembeli melihat-lihat barang yang dijual, kemudian jika menyukainya tinggal menghubungi contac person yang bersangkutan, kemudian jika kedua belah pihak telah sama-sama saling menyetuji maka transaksipun sudah bisa dilakukan. Proses pengiriman barang menggunakan jasa pengiriman barang, dan biaya-nya cukup ditransfer via ATM.
Sedangkan untuk teknologi Virtual Reality sudah banyak digunakan didunia teknologi zaman sekarang ini, baik itu latihan kemiliteran atau hanya untuk sekedar bermain game saja. Sensasi yang didapatkan memang sangat berbeda. Karena seolah kita berada dalam dunia virtual yang nyata.

1.4       Gambaran Umum Sistem yang Akan Dibuat
Sangat mudah memang dalam melakukan jual beli online ini, namun jika yang dibeli adalah pakaian maka tak jarang ukuran yang tidak sesuai atau ternyata modelnya yang kurang cocok dengan tubuh kita. Maka dari itu maka kami berencana untuk menggabungkan dua metode tersebut yaitu bisnis e-commerce menggunakan teknologi Virtual Reality. Mungkin diluar negri sana kita sudah pernah menjumpai teknologi ini, sedangkan di Indonesia sendiri belum cukup familiar. Jadi, para konsumen bisa menikmati nuansa berbelanja seperti langsung mendatangi toko asli. Dengan teknologi Virtual Reality 3D kita bisa langsung mencoba pakaian yang diinginkan dengan mencocokannya di tubuh kita, dan memilih warna dan corak sesuai dengan selera tentunya dengan bermodal smartphone dengan fasilitas kamera depan. Namun jangan khawatir bagi yang tidak memiliki smartphone dengan fasilitas kamera depan kami berencana membuatnya juga dalam versi dekstop.




DAFTAR PUSTAKA
[1] Azuma, Ronald T., “A Survey of Augmented Reality”, In Presence: Teleoperators and Virtual Environments 6, 4 (August 1997), 355-385.
[2] Brian X. Chen., "If You’re Not Seeing Data, You’re Not Seeing", Wired Magazine, 26-08-2009
[3] O'Brien, James F . Graphical Modeling and Animation of Fracture, Georgia Institute of Technology, Georgia, USA ,  000.
[4] P. Milgram dan A. F. Kishino, “Taxonomy of Mixed Reality Visual Displays”, IEICE Transactions on Information and ystems, E77- D(12), pp. 1321-1329, 1994

Referensi
Jurnal :
[1] Luciana Spica Almilia, S.E., M.Si. dan Lidia Robahi, S.E., “Penerapan E-Commerce Sebagai Upaya Meningkatkan Persaingan Bisnis Perusahaan” , Surabaya, 000 .
[2] Ully Asfari, Bambang Setiawan, dan Nisfu Asrul Sani, “Pembuatan Aplikasi Tata Ruang Tiga Dimensi Gedung Serba Guna Menggunakan Teknologi
Virtual Reality", Surabaya, 2012.

Kamis, 19 Juni 2014

Mati Sebentar, Facebook Bikin Heboh Dunia



Jakarta - Layanan Facebook sempat tak bisa diakses di berbagai belahan dunia. Ternyata, durasi down ini konon cuma sekitar 20 menit. Meski begitu, tetap saja tumbangnya Facebook menimbulkan banyak kehebohan.

Tengok saja di Twitter, banyak komplain tentang Facebook ambruk langsung bermunculan dari seluruh penjuru dunia. Media-media di mancanegara pun dengan sigap mengabarkan bahwa website bikinan Mark Zuckerberg ini gagal diakses.

"Facebook Goes Down, Affecting Both Website and Apps" tulis The Guardian, media terkemuka di Inggris. "Facebook Goes Down Across Multiple Countries" tulis USA Today. Judul serupa juga menghiasi media-media lainnya.

Untungnya, pihak Facebook sepertinya sangat sigap melakukan perbaikan. Sehingga layanan mereka bisa pulih dalam waktu singkat. Lagi-lagi, berita pulihnya akses Facebook ini pun segera dimuat di berbagai publikasi.

Kehebohan tersebut menandakan bahwa Facebook masih diminati. Masih banyak yang suka dan membutuhkan jejaring sosial yang satu ini sehingga mereka pun komplain ketika tidak dapat mengaksesnya.

Memang, Facebook masih berstatus sebagai jejaring sosial terbesar di dunia. Data terakhir, Facebook dilaporkan sudah punya 1,28 miliar pengguna, jauh melebihi para pesaingnya.

sumber : http://inet.detik.com/read/2014/06/19/161852/2613187/398/mati-sebentar-facebook-bikin-heboh-dunia

Robin Li, Orang Terkaya China yang 'Membunuh' Google



Jakarta - Robin Li terlihat sebagai sosok kalem. Tapi jangan salah, dia bukan warga China kebanyakan. Pria berusia 45 tahun ini adalah orang terkaya di Negeri Tirai Bambu itu, dengan harta total di kisaran USD 12,2 miliar pada bulan Desember 2013, menurut penelitian dari Forbes.

Kekayaan Robin berkat perusahaan mesin cari online yang didirikannya, Baidu. Baidu sampai saat ini kokoh menjadi mesin cari terbesar di China dengan market share di kisaran 64%. Mereka sukses 'membunuh' Google di China, yang pangsa pasarnya sangat rendah.

Memang meroketnya Baidu tak lepas dari kebijakan pemerintah China yang sering memblokir Google sehingga perusahaan asal Amerika Serikat ini sangat terbatas ruang geraknya. Tapi tetap saja naiknya Baidu juga berkat kualitas yang dimilikinya, sehingga warga China memilihnya sebagai mesin cari utama.

Pria yang menikah dan punya 4 anak ini pun jelas bangga akan pencapaiannya itu. Apalagi sejak tahun 2007, Baidu menjadi perusahaan China pertama yang masuk indeks NASDAQ 100, salah satu indeks pasaran saham yang paling dihormati.

Meski sudah sukses luar biasa, Li rupanya masih berambisi besar. Ia pernah mengutarakan niatnya untuk menjadi perusahaan global, tidak hanya jago kandang saja.

"Ketika pasar China berhenti tumbuh lebih cepat dari negara lain di dunia, kami akan melihat keluar. Alasan kami fokus di sini adalah China merupakan pasar dengan pertumbuhan tercepat yang bisa kami akses," tuturnya.

LG G2 Mini: Kecil-kecil Bukan Cabe Rawit

Membuat smartphone flagship dengan ukuran yang menyusut lalu diberi label ‘mini’ memang tengah menjadi tren saat ini. Hampir semua vendor besar melakukan hal serupa guna menghadirkan experience ponsel premium mereka dalam bentuk yang lebih kecil.

LG yang sempat menarik perhatian pada akhir 2013 lalu lewat G2 ternyata tidak ketinggalan untuk melakukan hal serupa.

Hadir dengan nama G2 Mini, LG menciptakan versi kecil dari smartphone yang punya keunikan berkat penempatan tombol yang tidak biasa.

Seperti apa performa dari LG G2 Mini? Berikut review produk ini :

Desain dari G2 Mini bisa dikatakan hampir sepenuhnya sama dengan G2, kecuali untuk letak headphone jack yang kini ditempatkan di sisi atas.

Pinggirannya masih tetap ‘bersih’ dari tombol fisik dan ditambahkan aksen metal untuk kesan premium. Tombol-tombol sentuh di bagian depan juga tetap ditiadakan dan digantikan dengan on screen button yang susunannya bisa dikustomisasi.

Penempatan tombol power dan volume yang unik masih tetap dapat ditemui pada G2 Mini. Dikarenakan ukuran perangkat yang lebih kecil dari versi aslinya, pengoperasiannya terasa lebih nyaman. Penggunaan dengan satu tangan tidak akan menjadi kendala, sekalipun untuk Anda yang punya tangan berukuran kecil.


G2 Mini tidak hadir dengan konstruksi unibodi seperti G2 yang artinya cover bagian belakangnya bisa dibuka. Di balik cover tadi terdapat baterai dengan kapasitas 2.440 mAh, dua buah slot micro SIM, dan sebuah slot micro SD.

Panel IPS seluas 4,7 inch yang ada sebenarnya tidak bisa dikatakan kecil apa lagi untuk sebuah smartphone yang punya label ‘mini’. Hal tersebut bisa dibandingkan dengan Sony Xperia Z1 Compact atau Samsung Galaxy S4 Mini yang sama-sama punya ukuran layar 4.3 inch.

Secara kualitas, gambar yang dihasilkan sudah bagus, tapi memang tidak istimewa. Wajar saja karena memang resolusinya hanya 480x 854 pixel dengan kerapatan 234 ppi. Level kontras dan saturasi yang ditawarkan terbilang pas sehingga gambar yang ditampilkan terlihat baik.



Lenovo Vibe Z: Fitur Mewah, Kamera Luar Biasa

Lenovo makin gencar menggelontorkan produk dengan berbagai fitur. Setelah merilis Vibe X, produsen asal Negeri Panda itu juga memasarkan Vibe Z sebagai seri lanjutan dengan kemampuan yang lebih baik.

Vibe Z memang diposisikan sedikit di atas Vibe X. Meski sama-sama mengusung tagline pas untuk selfie, tapi Vibe Z ini punya dapur pacu yang membuatnya sangat gegas merespon sentuhan.

Di atas kertas, spesifikasi Lenovo Vibe Z setara dengan Sony Xperia Z1, LG G2 bahkan atau Google Nexus 5. Tapi tentu, Lenovo membekali ponselnya dengan beberapa fitur khas, mulai dari interface yang dirombak, aplikasi buatan yang bermanfaat, dan beberapa fungsi pendukung lainnya.

Dengan harga banderol Rp 6 juta Vibe Z juga sudah terbilang premium. Lantas apakah fitur yang ditawarkan sesuai dengan harga jualnya?

Dilihat dari sudut mana pun Vibe Z terlihat berkilau. Ini karena di sekeliling ponsel berlayar 5,5 inch itu menggunakan bingkai berbahan metal. Bahkan ada sedikit area di bawah, pada lubang speaker tepatnya, menggunakan aksen krom yang lebih berkilau.

Bahan metal memang terlihat mendominasi seluruh bagian tubuh Vibe Z. Tapi ternyata, untuk penutup baterai Lenovo masih mempercayakannya pada bahan plastik bertekstur. Mungkin ini memang sengaja agar ponsel tidak terlalu panas, lebih ringan, dan lebih mudah digenggam.

Ya, secara umum Vibe Z ini memang enak dipegang. Penempatan tombol pun dirasa pas. Tombol power di atas, tombol volume di sisi kiri. Sementara tombol haptic diletakkan di bawah layar.


Dari sisi antarmuka Vibe Z ini tak ubahnya seperti ponsel Lenovo lain. Seluruh ikon dibuat penuh dengan warna, sedangkan untuk menu pengaturan dibagi dalam tiga kelompok besar, Common, Feature dan System.

Penempatan aplikasi juga tak dibuat seperti kebanyakan ponsel Android. Di sini semua ikon aplikasi diletakkan pada home screen, maka semakin banyak aplikasi yang ada maka layar home screen akan bertambah secara otomatis. Kurang lebih mirip dengan iOS.

Agar tampilannya lebih beragam, Lenovo sudah membekali Vibe Z ini dengan 8  themes unik yakni, Da Vinci, Age, Idea World, Less is more, Loop, Love Corner, Ribbon dan Summer Herbs. Themes lain juga tersedia untuk mengubah gaya lockscreen ponsel.

Utak-atik tampilan Vibe Z ini juga ternyata cukup menyenangkan. Sebab di dalamnya Lenovo menambahkan banyak opsi yang bisa diubah, baik di sisi notifikasi, aplikasi, dan bagian multitasking dengan fitur Multi Window. Jadi bagaimana apakah cukup tertarik ?

Oppo Find 7a: Memikat dengan Charging Super Cepat





Oppo belum lama menyeruak di industri smartphone, tapi namanya sudah cukup diperhitungkan. Produsen asal China ini coba bermain di kelas atas dan beberapa produknya yang sudah keluar mendapat sambutan cukup bagus. Akankah sambutan serupa juga dilayangkan untuk produk barunya, Oppo Find 7a?

Oppo memang mengeluarkan Find 7 dalam dua versi. Find 7a adalah versi standar dari Find 7 dengan harga dibanderol lebih murah.

Perbedaan keduanya misalnya di teknologi layar di mana Find 7 mengusung resolusi quad HD yang masih langka di industri smartphone. Sedang Find 7a sebatas full HD, resolusi standar untuk smartphone flagship. Tapi selain jeroan, boleh dibilang keduanya identik, terutama dalam soal desain penampilan luar.

Dengan desain menawan, kamera yang diklaim luar biasa dan spesifikasi tinggi, Oppo Find 7a sepertinya menjanjikan untuk dijadikan smartphone high end pilihan. Seperti apa performa dan kemampuannya? Simak dalam review berikut ini.

Menurut saya, Oppo ketika muncul di pasaran belum lama ini, saya pikir sama seperti gadget china lainnya yang standar dan biasa saja, tapi ketika saya telusuri ternyata saya salah, teknologi kecanggihan dari setiap produk Oppo jangan dianggap remeh karena saya pernah mencoba nya di beberapa smartphone Oppo milih temen dan saudara saya benar-benar luar biasa mulai dari fitur, spek seperti RAM, memory bahkan cameranya perlu diperhitungkan untuk para pecinta gadget ditambah lagi dengan adanya find 7 yang didukung dengan resolusi quad HD. Dan yang lebih hebatnya lagi Oppo find 7 ini mampu menCharging dengan lebih cepat di banding smartphone lain. WOW ini merupakan pilihan yang bagus.

Penulisan Pada Kalimat Deduktif



Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Sebelumnya di periode Juli - September pertumbuhan ekonomi Indonesia turun 0,2% dari 5,8% ke 5,6% dibanding kuartal sebelumnya. Sementara itu disebabkan menurunnya harga komoditas dan permintaan pasar, terjadi penekanan pada sektor ekspor Indonesia. Ditambah permintaan domestik dipengaruhi melonjaknya harga bahan bakar minyak dan kenaikan suku bunga. Sempat terjadi aksi demo di beberapa daerah yang disebabkan kenaikan BBM ini.
Efek dari ulah investor yang menarik dana segar mereka menjadikan Indonesia dan sebagian besar nagara berkembang lainnya dalam kondisi sulit. Faktor utama nya tak lain adalah banyak prediksi menyatakan bank sentral AS akan mengurangi program stimulus dan akan menaikan suku bunga lebih cepat dari yang diperkirakan. Dampak dari  penurunan permintaan domestik dan melemahnya ekspor pada kuartal ketiga tahun ini pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di level terendah sejak empat tahun terakhir.
Kecemasan terhadap menurunnya laju ekonomi dan meluasnya defisit anggaran turut mempengaruhi tindakan investor dalam penarikan dana. Hal ini berdampak terhadap kurs rupiah tahun ini dan menjulangnya harga barang sehingga BI menaikan suku bunga kredit. Puncaknya terjadi kenaikan menjadi 7,25% di bulan September, ini merupakan rekor tertinggi sejak empat tahun terakhir. Para pakar menilai beberapa penyebab ini menjadikan melemahnya tingkat konsumsi domestik dan menggangu laju pertumbuhan ekonomi. Masih di bulan yang sama BI juga menurunkan target pertumbuhan ekonomi dibandingkan prediksi sebelumnya dari 5,8% - 6,2%  menjadi 5,5% - 5,9%.
Sementara itu orang nomer dua di Indonesia, Boediono juga mengatakan ditengah kondisi ekonomi global yang belum menentu cukup sulit bagi Indonesia dapat menyentuh angka pertumbuhan ekonomi diatas 6%. Akan tetapi beliau menegaskan tetap ada keyakinan adanya koreksi pertumbuhan ekonomi yang lebih baik di tahun depan. Pendapat tersebut diungkap saat membuka acara Indonesia Investor Summit di Ritz Charlton, Jakarta, Kamis (7/11). Ditambahkan olehnya sekarang para pelaku usaha diharapkan dapat menerima angka pertumbuhan tersebut mengingat kondisi ekonomi global saat ini.
Terdapat beberapa faktor yang harus di waspadai, diantaranya konsistensi dalam menjaga bertumbuhnya kelas menengah, peningkatan pengelolaan SDA nasional dan yang paling utama adalah menjaga stabilitas situasi politik jelang Pemilu 2014 mendatang.
Jika Indonesia ingin mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi banyak tugas yang harus dirampungkan oleh pihak pemerintah. Pertama yaitu problema infrastruktur yang sampai saat ini belum maksimal, penyediaan energi alternatif baru dan terakhir pemberantasan korupsi di negeri ini. Bagi bangsa Indonesia tentunya untuk menjalani dan memperbaiki hal yang telah disebut diatas membutuhkan waktu dan proses tersendiri. Sambil mempersiapkan semuanya kita dituntut selalu mengadakan koreksi disana-sini agar tercipta sinergi disemua lapisan sendi perekonomian Indonesia.

*Kalimat yang bercetak tebal merupakan kalimat deduktif, karena induk kalimat atau gagasan pokoknya berada diawal kalimat.